Pages

Membongkar mitos air kelapa



Es kelapa 
Air kelapa, terutama yang masih muda kerap dijadikan minuman pelepas dahaga, rasanya sangat menyegarkan. Ada yang menyebutkan kalau air kelapa dapat menurunkan berat, memperbaiki fungsi ginjal, hingga mengobati alergi. Benarkah?

Air kelapa, khususnya air kelapa muda, sudah sejak lama dikenal sebagai minuman yang menyehatkan. Letaknya yang terlindung oleh tempurung keras dan sabut kelapa yang tebal, membuat air kelapa menjadi minuman steril. Bebas dari segala bentuk kontaminasi.

Menurut Prof. DR. Made Astawan, MS, secara umum, air kelapa mengandung 2,6 persen gula, 0,55 persen protein, 0,74 persen lemak, serta 0,46 persen mineral. Jenis gula yang terkandung adalah glukosa, fruktosa, dan sukrosa.

Tinggi Kalium Dalam air kelapa juga terdapat asam amino dan vitamin. Air kelapa muda juga mengandung komponen fitokimia berupa tanin. Tanin bersifat antibakteri yang akan menghambat pertumbuhan bakteri.

Komposisi zat gizinya mendekati cairan isotonik, yang sesuai dengan cairan tubuh. Minuman isotonik diharapkan dapat menggantikan mineral tubuh yang hilang melalui keringat selama aktivitas olahraga atau kegiatan lainnya.

Agar tidak penasaran, dibawah ini beberapa kegunaan air kelapa yang sesungguhnya.

1. Membantu menurunkan berat badan
Minum air kelapa secara berlebihan sebenarnya dapat menyebabkan diare. Memang kelihatannya-setelah itu berat badan berkurang. Namun, ini bukan cara tepat dan sehat untuk bisa mendapatkan berat tubuh ideal. Sebaliknya, air kelapa bisa dijadikan stimulan bagi mereka yang susah buang air besar karena dapat membantu melancarkan saluran cerna.

2. Lebih bernutrisi ketimbang susu full cream
Anggapan ini tidak benar. Dibandingkan dengan air kelapa, susu (baik yang full cream maupun tidak) kaya akan protein, lemak, karbohidrat, dan gula. Selain itu, susu juga mengandung berbagai macam vitamin dan mineral seperti vitamin B kompleks, vitamin D, kalsium, potasium, sodium, serta magnesium. Sementara air kelapa hanya mengandung beberapa mineral saja.

3. Membantu sistem kekebalan tubuh
Tidak ada literatur ilmiah yang membuktikan bahwa air kelapa membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih baik dan juga membantu tubuh melawan beberapa virus penyebab penyakit. Satu-satunya cara untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh adalah zat gizi yang diperoleh dari beragam makanan dan bukan air kelapa.

4. Membantu mencegah terjadinya batu ginjal


Hal pertama yang dapat dilakukan guna mencegah terjadinya pembentukan batu ginjal adalah cukup konsumsi air atau cairan. Cairan bisa diperoleh dari air kelapa, air mineral, dan lainnya. Air kelapa maupun air mineral, dapat mencegah terjadinya pembentukan batu ginjal. Hanya saja, air kelapa tidak dapat menyembuhkan batu ginjal.

5. Memulihkan rasa pusing akibat mabuk

Mabuk karena mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan harus segera dinetralkan. Caranya dengan minum air, baik air mineral maupun air kelapa. Sebenarnya, untuk meredakan rasa pusing akibat mabuk, sebaiknya minum air yang mengandung gula. Tujuannya agar gula bisa cepat masuk ke dalam pusat susunan saraf dan mengambil alih keterikatan tubuh pada alkohol. Dengan begitu, efek negatif dari mabuk dapat dinetralkan.


READ MORE...

Pertunjukan untuk keponakanku (C18+)



Sebut saja namaku Dina. Aku seorang wanita karier yang telah berusia 40 tahun. Tinggi badanku 170 cm dengan berat badan 43 kg. Ukuran braku 34B. Bulu-bulu vaginaku termasuk sedikit, karenanya celah vaginaku dapat terlihat dengan mudah. Berkat rajinnya aku melakukan perawatan muka dan tubuh maka kulitku masih halus, putih, bersih dan kencang. Kebanyakan teman-temanku memujiku seperti baru berumur 33 tahun.

Saat ini aku tinggal sendiri di kawasan Surabaya bagian barat. Aku bercerai dengan suamiku sejak enam tahun yang lalu karena beda prinsip yang terlalu keras. Putra kami satu-satunya hasil dari perkawinan kami kutitipkan pada ibuku di kota asalku, Semarang.

Dulu pada waktu masih muda, aku adalah seorang eksibisionis yaitu orang yang suka memamerkan tubuhnya pada orang lain. Hanya saja aku suka melakukannya seolah-olah aku sendiri tidak tahu kalau pakaianku tersingkap. Sifat itu menghilang ketika aku memasuki masa-masa berkerja, tetapi setelah bercerai selama enam tahun, sifat itu mulai kembali lagi. Kalau pulang ke rumah setelah kerja, aku suka melepaskan semua pakaian kerjaku setelah masuk pintu, lalu berjalan-jalan di dalam rumah hanya memakai bra dan celana dalam. Setelah itu, biasanya aku akan mandi tanpa menutup pintu kamar mandi dan keluar kamar mandi setelah selesai dalam keadaan telanjang sambil mengeringkan rambut dengan handuk. Kalau tidak malas, aku akan memakai celana dalam dan bra atau gaun malam saja tanpa celana dalam dan bra. Tapi kalau malas, aku akan membiarkan tubuhku telanjang, lalu aku akan mulai makan, nonton TV ataupun bersantai. Aku juga suka tidur dengan pakaian yang sexy dan minim. Pernah aku tidur tanpa memakai pakaian sama sekali.

Dua bulan yang lalu, aku kedatangan tamu dari Semarang. Tamu itu adalah keponakanku sendiri. Umurnya baru 17 tahun, dia anak dari kakak laki-lakiku yang paling bungsu. Dia datang di saat liburan sekolahnya. Aku sangat gembira menyambutnya. Dia kusuruh tinggal di kamar sebelah kamar tidurku. Hari-hari awal semuanya berjalan seperti normal, tetapi satu minggu kemudian, ada yang sedikit aneh. Pakaian dalamku sering kutemukan tidak pada tempat dan urutannya. Kadang-kadang sedikit tidak rapi. Ada timbul kecurigaan kalau keponakanku itu memainkan pakaian dalamku, sebab kalau tidak siapa lagi. Kadang-kadang ada pakaian dalamku yang hilang lalu besoknya ditemukan kembali ditempatnya semula. Aku mulai merasa kalau keponakanku memiliki obsesi seks tentang aku.

Suatu malam aku memutuskan untuk menguji keponakanku. Selesai mandi, aku segera mengambil celana dalam g-string warna merah dengan renda-renda yang sexy dan kukenakan. Setelah itu, aku memilih sebuah gaun malam berwarna pink dengan bahan satin. Gaun malam itu semi transparan, jadi tidak akan transparan bila dilihat dari dekat, tetapi akan menampakkan lekuk tubuhku bila ada latar cahayanya. Panjang gaun malam itu hanya 10 cm dari selangkanganku. Di bagian pundak hanya ada 2 tali tipis untuk menggantung gaun malam itu ke tubuhku. Bila kedua tali itu diturunkan dari pundakku, dijamin gaun malamku akan meluncur ke bawah dan menampakan tubuhku yang telanjang tanpa halangan.

Setelah itu, aku keluar ke ruang keluarga tempatku menonton TV dan segera duduk menonton TV. Mula-mula aku berusaha duduk dengan sopan dan berusaha menutupi selangkanganku dengan lipatan kakiku. Tak lama kemudian, keponakanku keluar dari kamarnya dan duduk di sebelahku. Sepanjang malam itu, kami berbincang-bincang sambil menonton TV, tetapi aku tahu kalau dia diam-diam mencuri lihat tubuhku lewat sudut mataku. Kadang-kadang aku menundukan badanku ke arah meja di depan seolah-olah menjangkau sesuatu yang akhirnya mempermudah dia melihat payudaraku lewat leher bajuku yang longgar. Tak lama kemudian, aku mencoba lebih berani lagi. Aku mengubah posisi tempat dudukku sehingga kali ini pakaian tidurku bagian belakang tersingkap dan memperlihatkan pantat dan tali g-string di pinggangku. Dari ujung mataku aku bisa melihat kalau keponakanku melihat bagian itu terus. Anehnya, aku mulai merasa terangsang. Mungkin ini akibat dari masa mudaku sebagai seorang eksibisionis.

Sejenak kemudian aku pergi ke kamar kecil. Sengaja pintu kamar mandi tidak kututup sampai rapat, tetapi menyisakan sedikit celah. Dari pantulan tegel dinding, aku melihat bayangan keponakanku muncul di celah pintu dan mengintipku, walaupun saat itu aku membelakangi pintu. Setelah itu, aku menundukan kepalaku, pura-pura konsentrasi pada g-stringku agar dia tidak kaget. Kemudian aku membalikkan badanku, mengangkat gaun malamku dan menurunkan celana dalamku di depan matanya. Aku tidak tahu bagaimana rasa seorang lelaki melihat hal ini, tetapi dari banyak yang kudengar, sebetulnya lelaki paling menyukai saat ini yaitu pada saat perempuan mulai membuka pakaiannya.

Dengan tetap menunduk, aku berjongkok dan menyemburkan air kencingku. Aku yakin dengan posisi seperti ini, keponakanku ini akan sangat menikmati pemandangan vaginaku yang mengeluarkan air kencing. Ini juga salah satu yang kudengar bahwa lelaki suka melihat perempuan kencing. Setelah kencingku selesai aku kembali berdiri, membetulkan g-stringku lalu kuturunkan gaun tidurku. Setelah itu, aku membalikan badanku lagi sambil membetulkan g-stringku bagian belakang. Sebetulnya aku memberikan kesempatan kepada keponakanku untuk pergi tapa terlihat aku. Benar saja, lagi-lagi dari pantulan tegel dinding aku melihat bayangan keponakanku menjauh ke arah ruang keluarga. Setelah semua selesai, aku kembali ke ruang keluarga dan berlagak seolah-olah tidak ada apa-apa.

Saat aku berjalan ke arah sofa, aku melihat kalau muka keponakanku merah, Dalam hatiku aku tertawa karena teringat masa laluku sebagai eksebisionis. Waktu itu, semua laki-laki yang memandangku saat aku sedang "Beraksi" juga memperlihatkan reaksi yang sama. Untuk menghilangkan rasa gugupnya, aku melemparkan senyum kepadanya, dan dibalas dengan senyum yang kikuk. Setelah itu, aku kembali duduk di sofa dengan posisi yang lebih sopan dan melanjutkan acara nonton TV dan bincang-bincang kami. Tak lama kemudian, aku memutuskan untuk tidur, karena saat itu jam 11.30.

Saat di dalam kamar, aku membaringkan tubuhku di tempat tidur. Gaun malamku yang tersingkap saat aku naik ke tempat tidur kubiarkan saja sehingga memperlihatkan g-string yang kupakai. Tali gaun tidurku sebelah kiri merosot ke siku tangan juga tidak kuperbaiki sehingga puting payudaraku sebelah kiri nongol sedikit. Aku mulai menikmati kalau diintip oleh keponakanku di kamar mandi tadi. Mulai besok aku merencanakan sesuatu yang lebih enak lagi.

Keesokan harinya adalah hari Minggu, jadi besoknya aku bangun dengan posisi pakaian yang tidak karuan. Setelah membetulkan tali bahu gaun malamku, aku keluar kamar. Di luar kamar, aku bertemu dengan keponakanku yang sudah bangun. Dia sedang menonton acara TV pagi. Aku menyapanya dan segera di balas dengan sapaannya juga. Setelah itu, aku mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi. Lagi-lagi pintu kamar mandi tidak kututup rapat. Seperti dugaanku, keponakanku kembali mengintipku. Aku kemudian membuka gaun malamku sehingga aku hanya mengenakan g-string. Gaunku itu kuletakan di tempat cucian. Setelah itu, dengan hanya memakai g-string, aku berdiri di depan wastafel dan menggosok gigiku. Saat menggosok gigi, payudaraku bergoyang-goyang karena gerakan tanganku yang menyikat gigi.

Keponakanku pasti melihatnya dengan jelas karena aku sudah mengatur posisi tubuhku agar dia dapat menikmati pemandangan ini. Setelah selesai, aku kemudian membuka g-stringku. Sementara g-stringku masih kupegang di tangan, aku kemudian kencing sambil berdiri. Air seniku kuarahkan ke lantai. Setelah itu, aku siram dan aku masuk ke tempat shower. Tempat shower itu sengaja tidak kututup juga. Aku kemudian mandi seperti biasa, tetapi saat menyabuni badan, aku menyabuni dengan perlahan-lahan. Gerakan tanganku kubuat sesensual mungkin. Bagian payudara dan vaginaku kusabuni agak lama. Setelah membilas badanku, aku masih melanjutkan acara mandi sambil diintip dengan mencuci rambut. Selesai semua itu, aku kemudian mengeringkan badan dan rambut, lalu melilitkan handuk di tubuhku. Sekilas aku melihat dari pantulan tegel dinding kalau keponakanku sudah pergi. Aku kemudian keluar dari kamar mandi.

Saat keluar aku melihat keponakanku duduk di depan TV sambil menikmati acara TV. Aku tahu sebetulnya dia hanya pura-pura. Mukanya merah seperti kemarin sewaktu habis mengintipku kencing. Aku kemudian masuk kamar tidurku. Pintu kamar tidurku kali ini tidak kututup rapat pula dengan harapan keponakanku akan mengintip baju. Lewat pantulan cermin di lemari pakaianku, aku melihat kalau bayangan keponakanku ada di depan pintu. Dia mengintipku lagi. Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Kubuka lilitan handukku sehingga aku telanjang bulat. Setelah itu, dengan handuk itu, aku terus mengeringkan rambutku yang basah sementara aku terus menuju ke meja rias.

Di meja rias, aku mengambil blower dan dengan blower itu, aku mengeringkan rambutku. Setelah kering, aku menuju ke lemari kemudian mengambil celana transparan yang berwarna putih. Setelah memakainya, aku kemudian mengambil sebuah strapless bra warna putih (bra yang tali bahunya bisa di lepas, tetapi kali ini aku tidak melepasnya) dengan kawat penyangga payudara di bagian bawah cupnya dan memakainya pula. Kemudian aku mengambil jubah pendek dari bahan satin berwarna putih dan kupakai. Setelah menalikan tali jubah itu ke pinggangku aku merapikan rambutku lagi sebelum keluar. Dari pantulan cermin aku melihat kalau bayangan keponakanku sudah tidak ada.

Setelah itu, aku keluar kamar dan menyiapkan makan pagi untuk kami berdua. Keponakanku saat itu sudah di kamar mandi untuk mandi. Perkiraanku, di kamar mandi dia tidak cuma sekedar mandi, tetapi pasti memakai gaun malam dan g-stringku sambil mastubasi membayangkan badanku. Aku tertawa dengan geli karena merasa berhasil merangsang keponakanku. Saat membayangkan rasanya diintip saat mandi dan ganti baju, cairan kewanitaanku terasa mengalir di sela-sela vaginaku. Aku sendiri betul-betul terangsang.

Saat makan pagi siap dan keponakanku selesai mandi, aku menyuruhnya makan bersama. Saat makan, jubah satin yang kupakai melonggar di bagian leher, tetapi aku pura-pura tidak tahu. Aku tahu kalau keponakanku memperhatikan bra yang terlihat akibat bagian leher yang terus melonggar. Setelah makan selesai, aku membereskan piring sementara keponakanku duduk di sofa membaca buku. Setelah aku merasa semua sudah beres, aku kemudian mengajaknya untuk jalan-jalan menikmati liburannya.
Sejak hari itu, aku selalu bermain kucing-kucingan dengan keponakanku. Kubiarkan dirinya mengintipku saat mandi, kencing atau ganti baju. Aku juga membiarkannya mencuri dan memakai pakaian dalamku sepanjang dia mengembalikannya baik ke lemariku maupun ke tempat cucian.

Aku pura-pura tidak tahu kalau dia melakukan semua itu. Hanya saat aku melakukan masturbasi saja yang tidak kubiarkan dia mengintip. Lagi pula biasanya aku melakukan masturbasi di malam hari saat hendak tidur. Sebetulnya ini karena aku malu menunjukkan kepadanya kalau aku sedang terangsang. Aku sangat menikmati situasi ini sampai saat dia harus pulang kembali ke Semarang, aku mengatakan kepadanya kalau aku sangat menyukai perhatiannya. Maksudku adalah aku suka diintip olehnya. Entah dia mengerti maksudku atau tidak, tetapi dia juga mengatakan kalau dia sangat menikmati liburan ini. Aku berharap untuk liburan selanjutnya, keponakanku mau datang lagi agar aku bisa menunjukan tubuhku lagi kepadanya.

Pengalaman ini sungguh indah dan menyegarkan masa laluku. Kalau ada kesempatan, aku akan berusaha untuk mengulanginya lagi hanya saja aku sekarang lebih suka diintip.

TAMAT

sumber
READ MORE...

UI Terbaik di Indonesia versi World University Ranking 2011



Thinkstock 
 
Berdasarkan penilaian yang dikeluarkan Quacquarelli Symonds (QS) World University Ranking 2011/2012 pada 5 September, Universitas Indonesia (UI) berada pada peringkat ke-217 (peringkat 236 pada 2010). QS World University Ranking 2011/2012 yang menilai lebih dari 600 perguruan tinggi terbaik di dunia menempatkan UI sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi di Indonesia yang masuk dalam Top 300 Universities in the World.

Dibandingkan dengan peringkat 2010, UI meningkat secara signifikan yaitu sebanyak 19 tingkat yaitu peringkat ke-217 (skor 45.10). Pada 2010 UI berada pada urutan ke-236 (skor 42.56). UI mengungguli sejumlah perguruan tinggi favorit di dunia seperti University of Notre Dame, United States (urutan ke-223, skor 44.8), Mahidol University Thailand (urutan ke-229, skor 43.10), University of Technology, Sydney Australia (urutan ke-268, skor 39.7).

Pemeringkatan QS World University Ranking 2011/2012 menilai pada lima rumpun ilmu yaitu Arts and Humanities, Engineering and Technology, Life Sciences and Medicine, Natural Science dan Social Sciences & Management. Pada bidang ilmu Arts and Humanities UI berada pada peringkat 142, bidang Engineering and Technology UI pada peringkat 232, bidang Life Sciences and Medicine peringkat 162, bidang Natural Science peringkat 258 dan bidang Social Sciences & Management pada peringkat 124.

QS World University Ranking menggunakan enam parameter dalam pemeringkatan yaitu academic reputation (40 persen), employer reputation (10 persen), student/faculty ratio (20 persen), citations per faculty (20 persen), international faculty (5 persen) dan international students (5 persen).

Prestasi Nasional
Pencapaian ini tidak hanya milik UI sendiri, tetapi juga merupakan prestasi nasional. Ini karena prestasi tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan di UI. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional sejak 2010 telah mencanangkan program peningkatan kualitas dan daya saing internasional perguruan-perguruan tinggi nasional melalui program internasionalisasi.
Program tersebut dimanifestasikan dalam kegiatan-kegiatan pemberian beasiswa luar negeri bagi dosen, fasilitasi publikasi internasional, fasilitasi riset kolaborasi internasional, pelatihan bagi dosen, pengembangan sistem manajemen berbasis kinerja, dan sebagainya.

Strategi Peningkatan Daya Saing UI

Jika dilihat dari parameter penilaian dalam pemeringkatan QS World University Ranking, indikator-indikator yang digunakan cukup komprehensif. Indikator yang dimaksud adalah kualitas akademik, publikasi, manajemen, rasio kecukupan dosen, serta pertukaran mahasiswa/ dosen internasional.
Peningkatan kualitas pada unsur-unsur tersebut memerlukan kerja yang serius untuk mengembangkan potensi yang ada baik dari dalam maupun dari luar UI. UI sendiri sejak 2007 telah mencanangkan visi untuk menjadi universitas riset berkelas dunia.

UI diharapkan dapat menjadi universitas yang mampu menghasilkan ilmu pengetahuan dari karya-karya risetnya yang kualitasnya memiliki daya saing di tingkat internasional. Visi ini sejalan dengan Rencana Strategis Ditjen Dikti Kemdiknas 2010-2014, sehingga dukungan dan fasilitasi pemerintah melalui Kemdiknas memungkinkan UI mencapai visi tersebut.

Strategi UI untuk meningkatkan daya saing internasional terdiri dari konsolidasi internal, horisontalisme dan kolaborasi global. Konsolidasi internal dilakukan dengan memperkuat sistem administrasi dan manajemen pendidikan di UI. Di antaranya dengan melakukan integrasi sistem administrasi keuangan dan sumberdaya manusia.
Administrasi keuangan UI sejak 2009 telah mulai terintegrasi dan transparan. Integrasi tersebut telah memungkinkan UI untuk melaksanakan program-program peningkatan kualitas dengan lebih baik dan mereduksi hambatan yang berasal dari kesulitan pembiayaan.

Transparansi keuangan juga lebih terjamin dengan pengembangan sistem informasi yang lebih baik dan dilakukannya audit eksternal. Horisontalisme dilakukan dengan pengintegrasian rumpun ilmu. Di ranah akademik, tradisi keilmuan yang multidisipliner di tiga rumpun ilmu, yaitu kesehatan, teknologi dan sosial mulai dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan riset.

Kolaborasi global juga secara aktif dilakukan oleh UI dalam 4 tahun terakhir. Jumlah kerjasama internasional untuk program-program dual degree dan kelas internasional terus ditingkatkan. Kerja sama riset dengan universitas-universitas internasional terkemuka juga terus ditingkatkan.

Kinerja yang dihasilkan dari strategi ini cukup memuaskan. Dalam 2010, telah terjadi peningkatan signifikan dalam publikasi jurnal hingga mencapai angka 200 persen, pengelolaan sumber daya manusia di tingkat universitas maupun fakultas serta tata kelola organisasi yang mencakup budaya, kebiasaan, kebijakan dan aturan organisasi menjadi pendukung pencapaian UI sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia dan dunia.
Pencapaian ini bukanlah hal mudah di tengah-tengah dinamika perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia sehingga diperlukan perjuangan tiada henti untuk terus meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan bagi UI sendiri maupun pendidikan Indonesia pada umumnya.
 
 

READ MORE...

6 hal yang diam-diam merusak kulit



Ilustrasi oleh Thinkstokphotos

Siapa sangka sering berlama-lama menelepon pacar atau meninggalkan kacamata saat mata minus ternyata bisa merusak kulit kita? Agar tak menyesal di kemudian hari, hentikan enam kebiasaan buruk berikut ini.

1. Bertelepon terlalu lama
Ponsel kita biasa ditaruh di dalam tas (yang bagian dalamnya pasti penuh debu), di atas meja, atau di tempat-tempat lain yang tidak steril. Menelepon berlama-lama menyebabkan kulit pipi bersentuhan dengan ponsel yang penuh bakteri tersebut. Pastikan Anda menyimpan tissue basah antibakteri untuk mengelap ponsel sebelum Anda menggunakannya.

2. Mengabaikan kacamata
Tulisan di kejauhan sudah mulai tak terbaca, tapi Anda masih saja tak mau memakai kacamata? Atau softlens yang biasa Anda pakai mungkin sudah tak akurat lagi karena minus mata sudah bertambah? Jika diabaikan, secara tak sadar Anda akan sering menyipitkan mata saat membaca. Efeknya, kulit cepat berkerut dan terlihat tua.

3. Hairspray
Banyak yang menganggap melindungi wajah dengan tangan saat menyemprot rambut dengan hairspray sudah cukup. Padahal partikel dari hairspray tetap bisa melewati celah-celah tangan dan menempel di wajah. Lain kali, tutupi wajah Anda dengan sehelai handuk bersih saat menyemprotkan hairspray.

4. Malas mengganti sarung bantal
Saat kita tidur, sel kulit mati di wajah akan luluh dan menempel di sarung bantal. Sel mati yang menumpuk itu lama-lama akan berubah menjadi bakteri dan racun. Jadi jika Anda malas mengganti sarung bantal, setiap malam Anda akan tidur di tumpukan bakteri. Hiiii...

5. Terlalu sering mandi air panas
Mandi air panas memang nikmat. Tapi jika dilakukan terlalu sering dan dengan durasi terlalu lama, lapisan luar epidermis akan terkikis dan kulit Anda akan jadi sangat kering.

6. Kacamata hitam berukuran besar
Kacamata hitam model ini adalah favorit para wanita. Tapi mereka seringkali lupa membersihkan kacamata tersebut sebelum memakainya. Padahal kacamata pastilah tidak steril, sementara ia akan menyentuh ujung hidung dan pipi kita selama kita memakainya.

sumber
READ MORE...

Make up yang tak bisa wanita tinggalkan



Ilustrasi oleh Thinkstokphotos

Ada yang tak bisa hidup tanpa lipstik, ada yang tak bisa keluar rumah tanpa bedak, ada yang malah tak pernah memakai kosmetik sama sekali. Tapi, alat make up apa sih yang tak bisa ditinggalkan oleh mayoritas wanita?

Masing-masing wanita pasti mempunyai kebiasaan yang berbeda-beda dalam hal perawatan kecantikan. Untuk mengetahui lebih jauh tentang kebiasaan ini, sebuah perusahaan kosmetik menggelar survey kepada 300 wanita di Amerika Serikat dan 300 wanita di Perancis. Mereka diberi satu pertanyaan yang sederhana tapi sulit: alat makeup apa yang tak bisa kamu tinggalkan?

Jawaban yang didapat dari responden di Amerika dan Perancis ternyata berbeda. Sebagian besar wanita Amerika ternyata mengaku tak bisa keluar rumah tanpa menggunakan foundation atau concealer, sedangkan wanita Perancis tak bisa lepas dari maskara mereka.

Berikut ini hasil survey lengkap untuk wanita-wanita di Amerika Serikat:

25% - concealer/foundation
22% - lipstik/lipgloss
22% - tak memakai kosmetik sama sekali
16% - maskara
7% - sunscreen
2% - blush on
2% - pensil alis
1% - eyeshadow
1% - eyeliner
1% - body lotion
1% - lainnya

Bagaimana dengan Anda? Jika Anda diminta beraktivitas seharian hanya menggunakan satu jenis makeup, apa yang akan Anda pilih?



sumber
READ MORE...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...