Pages

Balita ini 2 hari bersama mayat ibunya



ilustrasi (Thinkstock)

Seorang balita perempuan berusia tiga tahun tinggal selama dua hari setelah ditinggal mati mendadak oleh ibunyadi rumah mereka di Selandia Baru. Ia mencari kenyamanan dari mainan kesukaannya dan melahap keju, lasagna sisa, dan susu.

Shylah Silbery, nama balita ini, mencari sendiri makanan di dalam kulkas dengan hanya ditemani boneka beruang Teddy Bear yang dinamainya 'Possum' setelah ibunya, Lauren Silbery yang berusia 28 tahun, meninggal dunia.

Komunikasi terakhir keluarga dengan Lauren Silbary terjadi pada 19 Oktober. Dua hari kemudian, karena tiada berkabar, keluarga mencemaskan keadaan Silbery dan anaknya. Mereka pun menghubungi tetangga Lauren untuk mencari tahu. Tetangga yang memeriksa keadaan rumah, hanya bisa melihat Shylah kecil tanpa terlihat keberadaan Lauren.

Polisi yang datang belakang membujuk Shylah untuk menyeret meja kopi ke depan pintu agar dirinya bisa meraih kunci dan membuka kunci pintu. Kepada polisi, Shylah hanya berkata, "Mama tidak mau bangun."
Polisi kemudian segera membawa Shylah ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan selama beberapa hari. Sekalipun menderita dehidrasi dan popok bayi yang lama tidak diganti, keadaan Sylah dilaporkan tidak mengkhawatirkan.


sumber
READ MORE...

Manfaat perjalanan untuk anak-anak



Liburan anak (Foto: Thinkstock)

Saya belum menikah, apalagi punya anak. Tetapi berdasarkan pengalaman dan beberapa referensi yang saya baca, ternyata melakukan perjalanan itu punya manfaat buat anak-anak, terutama ketika mereka masih berkembang. Apa sajakah manfaat itu? Mari kita tilik satu per satu.

Belajar geografi

Percaya atau tidak, geografi sangat penting diajarkan untuk anak-anak, selain membaca, berhitung dan menulis. Geografi adalah ilmu kehidupan. Ia mengajarkan pemahaman lintas budaya dan negara dan ilmu fenomena bumi seperti cuaca, iklim, geofisika, bencana alam. Tidak hanya soal itu, barangkali geografi adalah salah satu bidang ilmu yang mempelajari korelasi sebab akibat antara beberapa disiplin ilmu dan mengajak pembelajarnya untuk berinteraksi dengan dunianya.

Belajar berbahasa dan berkomunikasi

Anak-anak akan lebih berani untuk berkomunikasi dengan orang baru, mengetahui perbedaan-perbedaan cara berkomunikasi. Mereka akan tahu bahwa tidak hanya satu bahasa yang ada di dunia, tapi beragam.

Menjauhi konsumsi materialistis

Perjalanan adalah konsumsi pengalaman. Anak-anak yang sering dibawa bepergian akan paham tentang pentingnya pengalaman, menikmatinya, dan akan terus kembali mencari pengalaman sebagai pemuas kebutuhan jasmani dan rohaninya di masa datang. Bandingkan dengan membelikannya mainan yang cepat dilupakannya.

Menyerap nilai-nilai kehidupan

Tidak hanya retorika, orang tua bisa menunjukkan secara langsung bagaimana manusia menjalani hidup, dan apa yang terjadi secara nyata di masyarakat yang dikunjunginya. Sambil menghabiskan waktu berkualitas (quality time) dengan anak-anak, orang tua bisa berdiskusi ringan tentang makna interaksi atau fenomena tertentu.

Belajar bertanggungjawab

Jika diajak untuk ikut merencanakan dan mempersiapkan perjalanan, anak-anak belajar bertanggungjawab terhadap pilihannya sendiri. Misalnya, orang tua dapat mengajarkan cara berkemas yang baik, dan apa yang harus dibawa dan tidak. Selain itu, semua kebutuhan anaknya sejak dini diserahkan pada anak itu, sehingga ia belajar bertanggungjawab pada dirinya sendiri.

Menghargai perbedaan

Kaitannya dengan geografi, bahasa, budaya dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat yang dikunjunginya. Semakin berbeda dengan kondisi asalnya, maka anak dapat melihat bahwa di dunia ini tidak hanya ada satu cara pandang, dan kita tidak hidup dalam tempurung. Ini memberi modal pada anak sampai dewasa nanti untuk selalu menghargai perbedaan.

sumber
READ MORE...

Perokok tak dianjurkan gendong anak



Ilustrasi dok: Thinkstock 
Penasehat Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Hakim Sorimuda Pohan, mengingatkan para ayah perokok agar berhati-hati ketika menggendong anaknya. Apalagi, anaknya yang masih berusia balita. Secara tidak sengaja, sang ayah bisa menularkan penyakit pada anak.Ia menyebutkan kini ada tiga jenis perokok yang ada. “First hand smoker, second hand smoker dan third hand smoker,” kata Hakim di Jakarta, Rabu (2/11).

Soal perokok aktif dan pasif, menurutnya, itu sudah ‘pustaka’ lama. First hand smoker adalah perokok pertama. Orang ini merokok sehingga memasukkan sendiri racun ke dalam tubuhnya.
Second hand smoker merupakan orang yang menghirup asap rokok. Yang mungkin jarang disadari yakni third hand smoker. Mereka ialah orang yang tidak merokok, tidak menghirup asap rokok tetapi berhubungan langsung dengan perokok. Baginya, ketiga jenis perokok ini memiliki akibat yang sama saja bahayanya.

Ia mencontohkan seorang ayah yang biasa merokok di kantor, ketika pulang langsung menggendong anaknya tanpa terlebih dahulu ganti baju atau cuci muka. Tanpa disadari, ayah tersebut telah menjadikan si anak sebagai third hand smoker.

“Ayah merokok di kantor, pulang tanpa berwudhu, cium si anak. Niatnya si mau sayang, tapi secara tidak sengaja ia malah memberikan racun pada anak,” ujar dia.
Ia menjelaskan, sisa-sisa nikotin bisa saja masih menempel di wajah atau baju ayah. Racun itu akan menguap dan terhirup melalui udara. “Ya seperti orang yang merokok kan nafasnya juga bau rokok,” katanya.

Jika kebetulan si anak mempunyai penyakit bawaan asma, dengan udara yang kotor, maka asma akan sulit disembuhkan. “Jadi kalau anak asma dan nggak sembuh-sembuh, cek saja siapa yang bawa racun ke rumah,” ujarnya sambil tersenyum.
 
 

READ MORE...

Penyebab kanker payudara




Awas! Minuman Beralkohol Picu Kanker Payudara

Anda sering mengonsumsi minuman beralkohol? Jika iya, sebaiknya mulai sekarang Anda menghentikan kebiasaan tersebut. Karena selain tidak baik bagi kesehatan, ternyata meminum tiga gelas minuman beralkohol selama seminggu dapat meningkatkan risiko seorang wanita terkena kanker payudara. Demikian menurut sebuah penelitian.


Perempuan dalam penelitian yang minum 3-6 gelas anggur per minggu, 15 persen lebih mungkin untuk mengembangkan kanker payudara. Klaim ilmuwan ini berdasarkan data yang diambil selama periode 28 tahun.
Penelitian ini menambah bukti-bukti tentang hubungan antara konsumsi alkohol dan peningkatan risiko kanker payudara. Konsumsi dalam jumlah sedang sampai tinggi sebelumnya telah dikaitkan dengan risiko kanker payudara, dan kini efek dari konsumsi dalam jumlah rendah pun sama menakutkan.

Melibatkan 105.986 wanita, penelitian ini dilaksanakan dari tahun 1980-2008 sebagai bagian dari Nurses Health Study. Semua peserta pun diminta menjawab kuesioner secara berkala tentang konsumsi alkohol mereka dan apakah mereka telah didiagnosa dengan kanker payudara.

Selama masa penelitian, ditemukan 7.690 kasus kanker payudara invasif yang didiagnosis.
Namun kasus meningkat dari 333 kasus kanker payudara menjadi 100.000 kasus pada wanita yang minum 3-6 gelas anggur per minggu.

"Risiko yang ditemukan dalam penelitian ini adalah nyata. Jadi meskipun baik bagi jantung, wanita tetap perlu memikirkan efeknya bagi risiko kanker," jelas peneliti Dr Wendy Chen, dari Rumah Sakit Wanita Brigham di Boston, AS.


sumber
READ MORE...

Sentuhan yang menyembuhkan penyakit



Ilustrasi dok: Thinkstock

Membiasakan diri dengan keajaiban adalah suatu hal yang dialami oleh mereka yang mempraktekkan seni penyembuhan kuno Jepang JIN SHIN JYUTSU. Carlos Gutterres, seorang instruktur JIN SHIN JYUTSU dari Brazil pernah menuturkan bahwa “Belajar JIN SHIN JYUTSU adalah belajar membiasakan diri untuk menyaksikan terjadinya keajaiban.”
 Di tengah-tengah kehidupan modern yang serba rumit/ kompleks, dimana sesuatu yang rumit dan kompleks merupakan hal yang dianggap canggih, manjur, hebat dan lain sebagainya, maka “kesederhanaan” sepertinya adalah suatu kata yang paling tepat untuk mengungkapkan seni penyembuhan dari Jepang ini. Hanya dengan sentuhan ringan dan lembut, JIN SHIN JYUTSU mampu menghasilkan efek yang merilekskan serta menyehatkan. Bagaikan ‘akupunktur tanpa jarum, akupresur tanpa tekanan’, seni penyembuhan ini sangat aman, alamiah serta tidak menimbulkan efek samping.

KONSEP DASAR JIN SHIN JYUTSU


Ada beberapa konsep dasar yang menjadi pedoman dasar dari seni penyembuhan ini:
·    Di seluruh alam semesta dan setiap diri manusia mengalir energi kehidupan murni.
·    Nafas adalah ekspresi yang paling mendasar untuk mengalirnya energi kehidupan ini.
·    Dalam keadaan harmonis/ sehat, energi ini bergerak dengan bebas. Adapun jika ada pergerakan energi ini terhambat, maka timbullah berbagai keluhan atau ketidaknyamanan di tubuh.

Hambatan Energi Kehidupan - yang akan menciptakan masalah fisik, mental dan emosional - semuanya disebabkan oleh sikap hati.  Ada 5 sikap hati yang menyebabkan ketidakharmonisan/ ketidakseimbangan aliran energi :  Kuatir, Takut, Marah, Sedih dan Berusaha Terlalu Keras/ Kepura-puraan.

JIN SHIN JYUTSU adalah suatu seni penyembuhan yang efektif untuk meredakan stress dimana hal tersebut mampu meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri. JIN SHIN JYUTSU bisa dengan mudah dipelajari melalui pelatihan serta dipraktekkan sendiri sebagai bagian dari proses penyembuhan diri sendiri maupun dengan bantuan seorang praktisi JIN SHIN JYUTSU yang terlatih.

Nugdha Achadie adalah seorang Fasilitator Penyembuhan Holistik yang akan ikut serta dalam festival yoga akbar Namaste di Jakarta 2-4 Desember 2011 mendatang.

sumber
READ MORE...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...