Pages

Mencatat dengan'pena' di smartphone



Samsung Electronics secara resmi meluncurkan dua smartphone terbarunya, Galaxy Note dan Galaxy Nexus, pada 8 November 2011. Acara yang juga dihadiri oleh tamu dan media dari beberapa negara Asia Tenggara ini memamerkan beberapa kelebihan Galaxy Note yang cukup menarik.

Pertama, Galaxy Note merupakan smartphone dengan layar HD Super AMOLED terbesar di dunia yaitu 5,3 inci. Kelebihan kedua, Samsung memasukkan teknologi input dengan pena melalui S Pen yang dikombinasikan dengan beberapa aplikasi penunjangnya seperti S Memo dan S Planner.

Samsung juga meluncurkan “S Choice”, kategori baru di bawah Samsung Apps yang memuat aplikasi untuk memaksimalkan fitur S-Pen. Jika melihat langkah Samsung ini, tampaknya mereka cukup yakin S-Pen akan diterima cukup baik oleh konsumen.

Dengan S-Pen, Galaxy Note langsung berubah menjadi kanvas digital. Anda dapat menggambar sketsa atau melukis dengan aplikasi OmniSketch, atau menulis huruf kanji dengan hasil artistik yang menyerupai sapuan pena kuno saat menggunakan aplikasi Zen Brush.

S-Pen juga memudahkan Anda untuk membubuhkan tanda tangan atau menambah catatan di file PDF. Saat didemokan, respons Galaxy Note waktu digunakan untuk menggambar sketsa cukup baik.

Samsung Galaxy Note (Foto: Kristian Tjahjono)

Tentunya,  Anda harus menyesuaikan kecepatan sapuan pena sehingga hasilnya lebih akurat.  
Samsung Galaxy Note akan langsung dipasarkan dalam dua pilihan warna: hitam dan putih di harga Rp 6,5 juta. Penjualan perdana akan digelar di The Forum, Mal Kelapa Gading 3 Jakarta dan Tunjungan Plasa 1 Surabaya pada tanggal 12 November 2011.

Kali ini tidak ada diskon khusus, namun konsumen yang membeli saat penjualan perdana akan mendapatkan bonus spesial senilai Rp 2,5 juta yang terdiri dari paket data Internet unlimited Telkomsel untuk 1 tahun, voucher MAP, desktop charger, serta cover dan pouch orisinil.
 
Spesifikasi Samsung Galaxy Note
Prosesor: Dual-Core 1,4GHz
Layar: 5,3 WXGA (1280x800 pixel) HD Super AMOLED
Konektivitas: HSPA+ 21Mbps, Wi-Fi, Bluetooth v3.0, USB 2.0, A-GPS
Memori: 16/32GB internal + microSD (mencapai 32GB)
Kamera: 8 megapixel dengan LED Flash (belakang) + 2 megapixel (depan)
Ukuran: 146.85 x 82.95 x 9,65mm Baterai: Li-ion, 2500 mAh


Kristian Tjahjono, kontributor situs teknologi konsumen yangcanggih.com. Antusias terhadap berbagai jenis gadget, mulai dari komputer, ponsel, sampai kamera digital.


sumber
READ MORE...

Kebiasaan yang merusak gigi



Ilustrasi dok: Thinkstock

Tanpa disadari, kadang kita punya beberapa kebiasaan buruk yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan gigi dan mulut secara umum, maupun spesifik. Menghilangkan kebiasaan buruk ini bukan hal yang mudah, tapi dapat dilakukan bila diniatkan dan punya kemauan ke arah yang lebih baik. Ini dia kebiasaan buruk yang dimaksud:

●    Merokok
Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang paling buruk dan bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang, baik terhadap kesehatan gigi maupun rongga mulut. Merokok juga dapat menyebabkan noda pada gigi dan bau mulut. Efek jangka panjangnya, merokok dapat meningkatkan penyakit gusi serta memperlambat proses penyembuhan.

●    ‘Bruxism’
Kebiasaan menggesek-gesekkan gigi antara gigi-geligi rahang atas dan rahang bawah, atau bruxism, biasanya terjadi secara tidak sadar ketika stres. Beberapa orang juga mengalaminya di saat tidur. Kebiasaan ini dapat membuat enamel permukaan gigi menjadi tipis, bahkan menimbulkan keretakan pada struktur gigi, serta merusak tambalan.

●    Mengunyah makanan pada satu sisi

Beberapa orang mempunyai kebiasaan mengunyah makanan pada salah satu sisi saja. Kebiasaan ini umumnya disebabkan nyeri atau sakit pada salah satu gigi di sisi tertentu. Hal ini dapat mengakibatkan timbulnya masalah serius atau kelainan pada sendi rahang.

●    Menggigit benda keras

Kebiasaan ini biasanya merupakan penyaluran dari stres atau banyak pikiran. “Korban” gigitan biasanya pensil, pulpen, kuku, remote TV, atau benda-benda keras lainnya. hal ini dapat membuat permukaan gigi menjadi terkikis, bahkan keretakan pada struktur gigi.

●    Menjadikan gigi sebagai gunting atau pembuka botol

Pernah lihat iklan pasta gigi di layar TV yang memperlihatkan orang-orang menggunakan gigi untuk membuka tutup botol, menyobek kemasan makanan, memotong label baju baru? Tugas berat semacam ini tidak pantas ditanggung oleh gigi-geligi, sebab akan merusak struktur.
Nah, demikian beberapa kebiasaan buruk yang dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut kita bila tidak diperhatikan. Mari mulai belajar menghilangkan kebiasaan-kebiasaan tersebut bila ingin gigi kita sehat dan kuat hingga tua.


sumber
READ MORE...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...