Pages

Agar bonus tidak cepat menguap



Ilustrasi (Thinkstock)

Masa-masa menjelang akhir tahun seperti sekarang memang paling enak dipakai buat berkhayal soal bonus alias pendapatan tambahan. Beberapa orang sudah mulai memikirkan bonus akhir tahun bakal dipakai buat beli apa.

Tetapi berhati-hatilah dalam membelanjakan bonus (apalagi dipakai foya-foya). Bonus kodratnya adalah pendapatan sementara. Adapun pendapatan yang relatif bisa dibawa pulang tiap bulan secara pasti disebut pendapatan tetap.

Perlu diingat, setiap pendapatan selalu ada jatah untuk konsumsi dan tabungan. Jadi berapa besaran yang bisa dipakai buat konsumsi? Dalam menentukannya, harus mempertimbangkan masa akan datang, bukan hanya di saat menerima bonus.

Sejatinya, tidak ada orang yang ingin tingkat kesejahteraan atau kemampuan konsumsinya menurun. Karena itu, jangan hadapi masa depan dengan kantong kurus. Bijaklah memperlakukan pendapatan!
Berikut ini adalah simulasi berapa besaran yang sebaiknya dibelanjakan untuk konsumsi. Simulasi ini dibuat dengan mengabaikan faktor suku bunga, inflasi, serta penyesuaian pendapatan terhadap inflasi.

Asumsinya: Anda saat ini berusia 25 tahun dan mendapat penghasilan tetap Rp 5 juta sebulan (atau Rp 65 juta per tahun termasuk THR). Anda akan pensiun pada umur 55 tahun, serta hidup hingga umur 80. Tahun ini kantor Anda memberi bonus sebesar satu bulan gaji atau Rp 5 juta.

Dengan asumsi di atas, bisa dihitung berapa sebenarnya yang layak kita keluarkan untuk konsumsi.

Pertama, hitung dulu pendapatan yang sudah pasti Anda dapat, yaitu Rp 65 juta setahun, dengan masa produktif atau bekerja selama 30 tahun. Berarti, pendapatan tetap sepanjang hidup Anda adalah Rp 65 juta dikali 30. Hasilnya: Rp 1.950.000.000.

Kedua, ingatlah bahwa Anda masih akan hidup selama 55 tahun lagi dari sekarang. Jadi total pendapatan Rp 1.950.000.000 tadi harus dibagi 55. Hasilnya: Rp 35.454.545. Inilah jumlah yang Anda bisa belanjakan dalam setahun.

Ketiga, kita terapkan perlakuan serupa terhadap bonus (karena merupakan pendapatan sementara). Rp 5 juta dibagi 55 hasilnya kira-kira Rp 90 ribu.

Keempat, tambahkan besaran konsumsi dari bonus ke besaran konsumsi dari pendapatan. Atau, Rp 90 ribuan ditambah Rp 35.454.545. Nah, inilah besaran yang boleh Anda belanjakan untuk konsumsi!
Sisanya merupakan jatah tabungan untuk masa pensiun. Model simulasi ini memang mengharapkan kita mampu menekan hasrat konsumsi, demi menjaga kualitas kesejahteraan di masa yang akan datang.

Jangan sampai, gara-gara tidak bijak memperlakukan pendapatan, Anda terkena kutukan teori bahwa perilaku konsumsi saat ini dipengaruhi oleh konsumsi masa lalu. Ibaratnya, sudah terbiasa minum kopi sajian dan racikan impor jadi malas minum kopi tubruk di warung-warung ala kadarnya. Padahal, bonus hanya sekali datang. Waduh.


sumber
READ MORE...

Nutrisi agar otak awet muda



Ilustrasi dok: Thinkstock

Tahukah Anda, daging ayam dan telur dapat meningkatkan daya ingat? Para ilmuawan menemukan nutrisi yang bisa memperlambat penuaan otak. Telur kaya akan choline, yang merupakan nutrisi dalam golongan vitamin B. Diet dengan makanan yang kaya kolin dapat membantu melindungi otak Anda dari penuaan.
 
Nutrisi dari golongan vitamin B ditemukan dalam makanan seperti ayam, telur, ikan laut serta kacang-kacangan. Para peneliti di Boston University menemukan orang yang makan dengan kandungan kolin yang tinggi memiliki daya ingat yang lebih baik.
 
Menurut peneliti senior Dr Rhoda Au, salah satu faktor pencegah penurunan fungsi otak yaitu dengan makan makanan sehat dan gizi seimbang. Penelitian sebelumnya telah menemukan diet gaya Mediterania yang mencakup ikan, sayuran dan minyak zaitun memiliki efek perlindungan terhadap demensia (penurunan fungsi otak).
 
Studi terbaru ini, Dr Au mempelajari melalui hasil dari survei kesehatan. Ia memberikan kuisioner diet kepada  1.400 orang dewasa berusia 36-83 antara 1991 dan 1995. Kemudian, antara tahun 1998 dan 2001, mereka menjalani tes memori dan menjalani scan otak. Hasilnya, pria dan wanita di kuartal teratas untuk asupan kolin memiliki hasil tes yang lebih baik dibandingkan kuartal bawah. Hasil ini juga
mempertimbangkan faktor lain seperti pendidikan, lemak dan asupan kalori.
 
Berdasarkan scan otak, orang dengan asupan kolin rendah lebih cenderung menuju penurunan mental daripada rekan-rekan mereka dengan intake yang lebih tinggi. Para ahli umumnya merekomendasikan laki-laki sebiknya mendapatkan 550mg kolin per hari, sementara wanita harus mendapatkan 425mg.


sumber

READ MORE...

70 label musik terancam bangkrut



Ilustrasi dari Think Stock Photos

Perusahaan-perusahaan label musik di Indonesia saat ini benar-benar merasakan pukulan terkait Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika tentang Pelarangan SMS Premium dan Broadcasting. Bila dalam tiga bulan tidak ada kebijakan pemerintah yang memihak, maka dipastikan ada sejumlah perusahaan yang bangkrut.
Ketua Asosiasi Perusahaan Rekaman Seluruh Indonesia (ASIRI), Jusak Irwan Sutiono mengatakan, sejak adanya surat edaran pemerintah tanggal 18 Oktober tersebut, pendapatan label dari bisnis ring back tone (RBT) menurun drastis hingga 80 persen.

Padahal, jelasnya, saat ini perusahaan-perusahaan label di Indonesia telah menggantungkan hidup mereka kepada bisnis RBT dan nada sambung pribadi (NSP). Pendapatan RBT berkontribusi sebesar 90 persen dari pendapatan label.

"Saat ini pendapatan turun drastis karena banyak pelanggan seluler yang putus hubungan dengan RBT," kata Jusak di Jakarta, Kamis

Dijelaskannya, bila pada tahun ini omset RBT ditargetkan mencapai Rp 600 miliar, maka nilai tersebut direvisi karena tidak mungkin tercapai. "Sejak ada surat edaran Menkominfo, pendapatan dari RBT langsung terhenti. Saat itu posisi pada Rp 450 miliar dan target tidak mungkin tercapai," ujarnya.

Jusak menambahkan, saat ini sebanyak 70 perusahaan label anggota ASIRI tidak mendapatkan penghasilan dari RBT. Sehingga dalam beberapa bulan mereka diperkirakan bakal mengalami kesulitan keuangan.
"Dalam tiga bulan ke depan, mereka akan kesulitan keuangan. Saya memperkiraan akan ada label yang kolaps dan bangkrut," kata Managing Director Warner Music Indonesia itu.


sumber
READ MORE...

Gejala Stres Baru: SMS-an Saat Tidur



Ilustrasi (Thinkstock)

Gejala stres yang dihadapi orang-orang sibuk mengalami sebuah fenomena baru, yaitu SMS-an saat sedang tidur.

Kebiasaan aneh ini kala, penderita mengirimkan SMS berisi pesan yang aneh kepada keluarga atau teman, tanpa pernah disadari kita melakukannya saat tidur.

"Saya menangani pasien yang memiliki gangguan tidur, yakni sering mengirim SMS saat sedang tidur. Ini memang bukan kasus yang sering terjadi, dan yang pasti bukan tren yang biasa," ujar Dr David Cunnington, dari Melbourne Sleep Disorder Centre, Australia.

Menurut Dr Cunnington, mengirim pesan atau SMS selagi tidur merupakan akibat stres yang dialami seseorang, terlebih lagi padatnya aktivitas dan banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan sepanjang hari.

"Orang-orang terlalu banyak berkegiatan setiap harinya sehingga terkadang mereka merasa harus selalu siap ketika ada panggilan meskipun di waktu istirahat malam. Apalagi kini fasilitas smartphone mempermudah semua komunikasi," ungkap Dr Cunnington.

Dr Cunnington mengingatkan untuk menjauhkan ponsel Anda dari kasur jika Anda menginkan istirahat yang berkualitas di malam hari.

"Poin utamanya adalah bahwa orang perlu menghargai waktu tidur Anda dan berusaha mematikan (ponselnya) pada malam hari," tambahnya.

Hingga saat ini belum ada penelitian yang membahas kelakuan mengirim SMS saat sedang tidur. Tetapi, menurut Dr Cunnington, di tahun 2008 ada sebuah penelitian serupa, yakni mengirim email saat tidur, yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Toledo, Amerika.

Para peneliti dari Universitas itu menemukan kasus seorang wanita berusia 44 tahun yang bisa mengirim email saat dia sedang tertidur, namun tak ingat apa yang telah dilakukannya saat terbangun dari tidur.


sumber
READ MORE...

Sumber pemborosan tiap hari



Ilustrasi dok: Thinkstock

Tanpa sadar sehari-hari kita melakukan pemborosan. Kenali apa saja hal kecil yang bisa berpotensi menguras kantong Anda secara diam-diam.

1. Telat bayar tagihan
Denda dengan jumlah yang kecil memang kesannya sepele. Tapi lama-lama tak terasa akan menjadi banyak. Usahakan selalu tepat waktu dalam membayar berbagai tagihan listrik, telepon, Internet, sampai kartu kredit. Gunakan fitur pengingat di kalender ponsel, bila Anda tipe pelupa. Jika lembar tagihan belum datang dan tenggat tagihan sudah dekat, sebaiknya hubungi perusahaan bersangkutan untuk mengetahui jumlah tagihan. Apalagi untuk kartu kredit, terlambat bukan hanya membayar denda, tapi juga bunga.

2. Pembelian yang tidak masuk akal
Sering wanita membeli pakaian yang terlalu besar dengan niat membawanya ke tukang jahit. Atau sebaliknya, terlalu kecil dengan harapan suatu saat akan pas di badan setelah diet habis-habisan. Percayalah, hampir sebagian besar kasus ini tidak akan berakhir sesuai rencana. Kemungkinan Anda terlalu sibuk untuk membawa baju tersebut ke tukang jahit atau tak sempat melakukan diet sehingga baju tersebut hanya akan menjadi penghuni abadi lemari Anda.

3. Terlalu sering makan di luar
Ini merupakan pemborosan terselubung yang tidak terasa. Bukan berarti Anda dilarang makan di luar atau ngopi-ngopi bersama teman usai bekerja. Tetapi ketahui batasan Anda dan jika sudah melebihi jatah bulanan, mau tak mau kompensasikan dengan mengurangi pengeluaran lain. Misalnya sesekali membawa makan dari rumah untuk makan siang di kantor atau berkumpul bersama teman-teman di rumah ditemani cemilan dan makanan buatan sendiri.

4. Biaya ATM
Seringkali Anda harus dihadapkan pada situasi tak ada ATM bank pilihan Anda dan terpaksa tarik tunai di ATM bank lain. Sesekali memang tak ada salahnya, tapi jangan dibiasakan. Jika Anda harus naik dari lantai dasar ke lantai 6 untuk menuju ATM bank Anda sedangkan di depan mata ada ATM bank lain, jangan mudah tergoda. Usahakan menarik uang sebisa mungkin tanpa biaya. Pelajari penawaran dari bank Anda. Beberapa bank menawarkan transaksi gratis dengan syarat tertentu.

5. Pembelian impulsif
Diskon atau promosi kartu kredit seringkali menjadi titik lemah para wanita saat berbelanja. Promosi beli satu dapat satu ekstra, potongan harga jika berbelanja dengan jumlah tertentu, atau hadiah spesial dengan pembelanjaan khusus seringkali merupakan penawaran yang sulit ditolak. Memang kedengarannya klasik, tapi apakah Anda benar-benar membutuhkannya? Jika Anda belum bisa membayangkan menggunakan benda tersebut lebih dari dua kali, sebaiknya lupakan saja niat membeli. Bayangkan ada berapa barang di lemari Anda yang belum pernah dipakai, bahkan sekali pun.

6. Benda sekali pakai
Karena ada acara olahraga di kantor, Anda memaksakan diri membeli celana olahraga baru atau membeli gaun berwarna emas agar sesuai dengan tema pernikahan kawan. Lalu apa yang terjadi setelah acara tersebut? Biasanya benda yang dibeli hanya menjadi penghuni lemari. Maksimalkan kreativitas dan koneksi Anda dalam hal ini. Apakah kakak ipar atau sahabat Anda punya benda yang dibutuhkan sehingga bisa dipinjam? Coba lihat kembali lemari Anda siapa tahu ada beberapa benda yang bisa “didaur ulang”.

7. Menggunakan kendaraan untuk jarak dekat
Pergi ke supermarket yang jaraknya hanya dua blok dari rumah tentu tak perlu menggunakan mobil atau motor. Usahakan berjalan kaki atau naik sepeda untuk menuju tempat yang masih terjangkau tenaga. Selain mendapat manfaat karena gerak badan, Anda juga terhindar dari pemborosan yang tidak perlu dengan menggunakan bensin serta kendaraan untuk jarak yang bisa dicapai dengan kaki. Selain hemat, Anda juga membantu mengurangi polusi akibat asap kendaraan.

8. Pemborosan alat listrik
Matikan peralatan listrik atau lampu ketika sedang tidak digunakan. Ini terdengar sepele, tapi baru akan terasa saat Anda membayar tagihan listrik. Untuk apa menyalakan pendingin ruangan saat Anda tak berada dalam ruangan tersebut. Matikan lampu halaman segera saat matahari mulai bersinar. Penghematan penggunaan listrik ini, selain ramah lingkungan juga ramah dompet.


sumber
READ MORE...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...