Pages
Hilangkan boros di tahun baru
Tahun baru merupakan momen tepat untuk meninggalkan kebiasaan buruk — termasuk kebiasaan terbujuk godaan diskon atau harga spesial yang ujung-ujungnya bikin dompet tipis.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan berbelanja, apalagi ini memang kegemaran wanita. Tetapi jangan sampai belanja membuat tabungan selalu tipis. Beberapa hal berikut ini bisa Anda pikirkan kembali:
Tidak mencoba
Malas mencoba baju sebelum membeli adalah salah satu kesalahan yang sering dilakukan. Untuk pakaian jenis tertentu, pengepasan di badan sangat diperlukan agar pakaian tersebut dapat memberi efek yang maksimal. Terlalu ketat atau terlalu longgar akan membuat pakaian tersebut sulit dipakai dan akhirnya hanya tersimpan manis di lemari.
Kenakan pakaian yang simpel saat pergi belanja agar mudah saat melakukan pengepasan. Terutama ketika membeli celana. Cobalah untuk memastikan lekuk potongan celana di tubuh Anda. Jika membeli lewat Internet, minta si penjual untuk memberikan ukuran yang rinci.
Perencanaan keuangan
Pelanggaran terhadap anggaran belanja (atau bahkan tak pernah punya pos keuangan) untuk belanja merupakan kesalahan terbesar. Tidak perlu mengingkari bahwa belanja pakaian adalah bagian dari kebutuhan Anda, tetapi tetapkan anggaran yang masuk akal untuk belanja pakaian per bulan atau beberapa bulan sekali sesuai keinginan.
Taati budget tersebut untuk mencegah hutang. Jika menginginkan sesuatu yang berada di luar budget, cari penghasilan tambahan (misalnya dengan menggelar garage sale) atau tabunglah sebagian anggaran bulanan.
Diskon
Ini merupakan salah satu godaan terbesar wanita dan penyebab utama kantong yang semakin tipis. Cara mengatasinya: Ingat kembali berapa sisa budget Anda bulan ini. Hindari godaan membeli barang yang baru terpikir saat melihatnya di bagian diskon. Buat prioritas mana barang yang harus Anda dahulukan. Misalnya, tas kerja akan lebih sering terpakai ketimbang jaket kulit yang mungkin akan jarang dipakai.
Sebelum membeli barang, coba pikirkan apakah barang tersebut memang bisa digunakan berkali-kali. Jangan-jangan Anda malah belum terpikir kapan akan menggunakan barang tersebut.
Kualitas
Harga memang hampir selalu mencerminkan kualitas. Jika Anda memang membutuhkan ikat pinggang hitam yang akan digunakan sehari-hari, tak ada salahnya membeli yang berkualitas tinggi sekalian. Jangan beli yang murah bila kualitasnya tidak lebih baik.
Terjebak tren
Ciptakan karakter berbusana Anda agar tak mudah terjebak tren — yang sering memicu pembelian tak terencana. Apalagi jika harganya terjangkau. Tapi coba Anda pikirkan, kalau dikumpulkan berapa banyak yang sudah Anda habiskan untuk mengikuti tren yang hanya sebentar?
Tren tak ada salahnya diikuti bila memang sesuai dengan karakter dan bentuk tubuh. Pilih barang-barang yang bisa digunakan kembali walau tren tersebut berakhir. Tren “animal print” misalnya, pilih saja salah satu barang, dress atau scarf misalnya. Pilih model yang tidak terlalu mencolok dan bisa dikombinasikan dengan pakaian lain agar bisa dikenakan lagi walau sudah tidak tren.
Pembelian spekulasi
Ini juga salah satu hal yang sering dilakukan para penggila belanja. Membeli barang yang belum tentu bisa atau akan dipakai. Membeli baju yang sempit dengan harapan akan kurus, membeli boot merah dengan niat suatu saat membeli pakaian yang cocok, atau membeli sequin dress dengan pikiran suatu saat akan diundang ke pesta.
Untuk menjaga keseimbangan pengeluaran, sebaiknya hindari membeli barang yang belum jelas kapan akan digunakan. Hindari juga membeli barang yang memicu pembelian lain. Misalnya membeli blus hijau dengan niat membeli aksesori dengan warna serupa. Umumnya pembelian ini akan berakhir sia-sia karena sudah terlalu banyak tumpukan dalam lemari. Lama-lama Anda bisa saja lupa.
Satu kali pakai
Pembelian pakaian yang Anda tahu hanya akan dipakai satu kali sebaiknya dihindari. Sepatu merah agar sesuai dengan dress code ulang tahun teman, setelan olahraga untuk acara outing kantor, atau baju bola untuk acara nonton bola bersama. Jika masih ada kemungkinan meminjam, usahakan untuk mencari sebisa mungkin pinjaman. Manfaatkan teman, kakak, sepupu, atau teman kantor Anda yang mungkin bisa membantu. Jika memang harus membeli, usahakan pilih barang yang juga bisa dimanfaatkan di lain kesempatan.
Utang
Inilah yang paling wajib dihindari. Jika memang anggaran sudah tidak cukup, jangan menyerah pada godaan belanja. Bila benda tersebut sangat dibutuhkan, maka kurangilah pos belanja bulan depan.
Utang, terutama dari kartu kredit, sangat merugikan dan menjadi pengeluaran tak perlu. Bayangkan berapa banyak yang sudah Anda habiskan untuk membayar bunga kartu kredit sepanjang tahun 2011. Lalu bayangkan jika uang tersebut sebenarnya bisa digunakan untuk membeli benda impian Anda yang lain.
sumber
Pemicu penyakit katarak
Selain faktor usia, pemicu utama terjadinya katarak adalah sinar ultraviolet (matahari). Warga diimbau menggunakan pelindung agar jumlah penderita bisa diminimalisir.
Ketua Perhimpunan Dokter Mata Indonesia Cabang Palembang, Dr dr Anang Tribowo mengungkapkan terjadi kenaikan jumlah angka kebutaan di Sumsel. Pemicu utamanya adalah katarak. Terdata dari 7,44 juta warga Sumsel hampir 111.695 jiwa mengalami kebutaan dan 58,08 jiwa menderita katarak.
"Kalau kita kalkulasi hampir 1,5 persen warga Sumsel menderita kebutaan, dan diprediksi jumlahnya akan terus meningkat diakhir 2011, nanti," rinci Anang.
Khusus di Palembang, lanjut Anang, penderita kebutaan capai 21.793 jiwa dan hampir 11.332 menderita katarak dari total 1,452 juta warga Palembang. Dari sisi jumlah, kata dia, angka ini termasuk tinggi dan wajib diwaspadai semua umur.
"Jangan berpikir katarak itu hanya milik orang tua, anak kecil dan usia dewasa pun banyak. Makanya saya bilang penyakit ini tidak bisa dicegah namun dampaknya saja yang bisa diperkecil," beber Anang saat melakukan paparan antisipasi kebutaan di ruang Parameswara, Kamis (29/12/2011) siang.
Anang mengungkapkan itu dihadapan masyarakat dan jajaran dokter yang bernaun dalam Dinas Kesehatan Kota Palembang. Anang merinci, dari sisi penyebab maupun penelitian gangguan mata akibat munculnya lapisan didepan kornea mata ini karena radiasi sinar ultraviolet atau matahari. Bahkan ini jadi pemicu tertinggi.
"Makanya kami imbau agar warga yang beraktifitas di luar selalu menggunakan pelindung mata agar sinarnya tidak langsung kena dimata, seperti menggunakan kacamata karena dari survey kita justru ultraviolet yang jadi pemicu utama," rinci dr Anang. Selain itu, pola makan, faktor usia, asupan gizi dan tingkat kebersihan lingkungan. Jangan lupa, lanjut dia, adalah faktor genetik atau keturunan serta penyakitcpenyakit tertentu.
Dikatakan Anang, jika orang tua menderita katarak hampir 30 persen penyakit itu akan diteruskan kepada anak-anak maupun keturunanya. Begitupun penderita hipertensi dan diabetes kemungkinan 40 persen juga akan menderita katarak.
"Masuk usia senja atau diatas 50 tahun, indikasi katarak pasti muncul. Dan hampir 80 persen penderita katarak adalah orang tua dengan sejarah penyakit itu, baik keluarga maupun keturunan langsung," kata dr Anang.
Lalu bagaimana penanganannya penyakit ini juga sudah muncul. Kata dr Anang, tidak ada jalan lain kecuali operasi pengambilan atau pelepasan selaput. "Wajib operasi, soal biaya bervariasi tergantung alat dan fasilitas di rumah sakit itu, kalau biaya standarnya Rp 3 sampai Rp 7,5 juta," katanya.
sumber
Penyebab kepikunan pada wanita
Hormon Adiponectin yang berasal dari lemak jeroan berperan memicu perkembangan segala penyebab demensia dan penyakit Alzheimer pada perempuan, demikian menurut penelitian yang disiarkan melalui dalam jaringan oleh Archives Neurology pada Senin (2/1).
Peneliti Thomas van Himbergen serta mitranya dari Pusat Penelitian Nutrisi Manusia menyangkut Usia di Universitas Tuft menemukan tingkat glukosa, insulin dan albumin terglikasi beserta protein bereaktif C serta lipoprotein yang mengandung phospholipase A2 dan adiponectin di plasma penderita saat pemeriksaan dua tahunan yang ke-19 sejak 1985 hingga 1988 di Penelitian Jantung Framingham.
Sebanyak 840 pasien yang terdiri dari 541 perempuan dengan rata-rata usia 76 tahun diamati selama 13 tahun. Selain itu peneliti memantau gejala perkembangan penyakit Alzheimer serta segala penyebab demensia pada pasien itu. Selama masa pemeriksaan, 159 pasien mengalami demensia termasuk 125 kasus penyakit Alzheimer.
Setelah penyesuaian faktor demensia lainnya seperti usia, perubahan berat tubuh dan kurangnya plasma asam docosahexaenoic, hanya adiponectin yang mempengaruhi peningkatan segala penyebab demensia dan Alzheimer pada perempuan.
"Sudah diketahui bahwa tanda dari insulin adalah ketidakfungsiannya pada otak pasien yang mengalami Alzheimer dan karena adiponectin meningkatkan kesensitifan insulin maka seorang penderita harus mendapatkan tindakan khusus guna mencegah penurunan kognitif," kata peneliti dalam laporannya.
Peneliti, berdasarkan data yang ditemukan, menyimpulkan bahwa tingkat adiponectin meningkatkan resiko demensia dan penyakit Alzheimer pada perempuan.
Menurut situs Alzheimer's Association, www.alz.org, Alzheimer merupakan sejenis masalah demensia yang berkaitan dengan ingatan, tingkah laku, dan cara berpikir.Gejala biasanya berkembang secara perlahan dan semakin memburuk hingga mempengaruhi pekerjaan sehari-hari.
Sejumlah tanda manusia terjangkit Alzheimer terdiri dari hilangnya ingatan atau cepat lupa, susah berpikir, kesulitan mengerjakan pekerjaan sehari-hari, kebingungan ruang dan waktu, bermasalah dalam penglihatan dan jarak pandang serta bermasalah dalam berbicara atau penulisan.
Selain itu, salah meletakan suatu barang, lambat mengambil keputusan, serta menjauh dari sosialita dan perubahan sikap serta emosi juga menjadi gejala Alzheimer. Situs tersebut menyarankan kepada warga yang memiliki gejala tersebut untuk menemui psikiater atau dokter kejiwaan sebelum penyakit bertambah parah.
sumber
Subscribe to:
Posts (Atom)












